WhatsAppImage2026-07-18at14.14.50
Literasi Anti Bullying Berlangsung Sukses Pada Kegiatan MATAMUDA AM

Aceh Barat – Dalam rangka membangun budaya madrasah yang aman, nyaman, serta meningkatkan kemampuan literasi digital peserta didik, MAN 1 Aceh Barat menyelenggarakan Lomba Video Reels Anti Bullying sebagai salah satu program unggulan dalam rangkaian kegiatan MATA MUDA (Masa Ta’aruf Madrasah) Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan ini menjadi inovasi baru yang memadukan pendidikan karakter dengan penguatan literasi melalui media digital, sekaligus mengajak peserta didik baru menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan madrasah yang bebas dari segala bentuk perundungan (bullying).

Lomba yang mengusung semangat “Stop Bullying, Start Caring” tersebut diikuti oleh puluhan peserta didik baru yang menampilkan berbagai karya video kreatif dan inspiratif. Melalui video reels berdurasi singkat, para siswa menyampaikan pesan-pesan edukatif mengenai pentingnya menghargai sesama, membangun empati, serta menolak segala bentuk kekerasan fisik, verbal, maupun perundungan di dunia maya.

Berbeda dengan kegiatan sosialisasi pada umumnya, lomba ini dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyampaian pesan dinilai mampu meningkatkan daya tarik siswa sekaligus melatih kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.

Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal, M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan karakter harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, media digital yang selama ini banyak digunakan oleh generasi muda harus diarahkan menjadi media pembelajaran yang mampu menghasilkan karya positif dan memberikan dampak bagi masyarakat.

“Bullying merupakan persoalan yang harus kita cegah bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin siswa tidak hanya memahami bahaya bullying, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Kami percaya bahwa media digital dapat menjadi sarana yang sangat efektif untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa MATA MUDA MAN 1 Aceh Barat menginisiasi program ini sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan budaya literasi sekolah, khususnya literasi digital. Melalui proses penyusunan konsep, penulisan naskah, pengambilan gambar, penyuntingan video, hingga penyampaian pesan kepada publik, para siswa dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Kegiatan ini didukung dari program Literasi MAN 1 Aceh Barat yaitu Meligoe Literasi.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan pemenang lomba, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu menggunakan media sosial secara bijak, menghasilkan konten edukatif, serta memiliki kemampuan literasi yang semakin baik. Literasi hari ini bukan hanya membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengolah ide, dan menyampaikan pesan yang bermanfaat kepada masyarakat,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, lomba dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu:

  • Story Telling, yang menampilkan kisah inspiratif mengenai pengalaman ataupun refleksi tentang bullying.
  • Bullying Impact, yang menggambarkan dampak negatif bullying terhadap korban dari sisi psikologis, sosial, maupun akademik.
  • Message Anti Bullying, yang berisi kampanye kreatif untuk mengajak masyarakat menghentikan segala bentuk perundungan dan membangun budaya saling menghargai.

Seluruh karya peserta dinilai berdasarkan kreativitas, orisinalitas ide, kualitas visual, kekuatan pesan, kemampuan komunikasi, serta relevansi isi dengan tema anti bullying. Dewan juri juga memberikan perhatian khusus terhadap nilai edukatif yang terkandung dalam setiap video.

Antusiasme peserta terlihat sejak tahap persiapan hingga presentasi karya. Berbagai video yang ditampilkan mampu menyuguhkan cerita yang menyentuh, inspiratif, dan dekat dengan kehidupan remaja. Beberapa karya bahkan berhasil menggambarkan bagaimana tindakan bullying dapat memengaruhi kesehatan mental, rasa percaya diri, prestasi belajar, hingga kehidupan sosial seseorang.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat, dewan juri menetapkan para pemenang pada masing-masing kategori. Untuk kategori Bullying Impact, penghargaan diberikan kepada Muhammad Ihshan dari Kelas X-E, yang berhasil menghadirkan video dengan visual yang kuat dan alur cerita yang menggambarkan dampak nyata bullying terhadap kehidupan seorang pelajar.

Pada kategori Story Telling, penghargaan diraih oleh Jeehan Adelia Ananda, siswi Kelas X Boarding, yang berhasil menyampaikan kisah inspiratif dengan teknik bercerita yang komunikatif, penuh penghayatan, serta mampu menyentuh emosi penonton. Cerita yang disampaikan mengajak seluruh siswa untuk lebih peduli terhadap teman-temannya dan berani menghentikan tindakan perundungan.

Sementara itu, pada kategori Message Anti Bullying, penghargaan diberikan kepada Ahta Zetiya yang berhasil menyampaikan kampanye anti bullying secara kreatif, sederhana, namun penuh makna. Video yang ditampilkan mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang, tanpa adanya diskriminasi maupun tindakan yang menyakiti sesama.

Kepala MAN 1 Aceh Barat memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba tersebut. Menurutnya, seluruh karya yang dihasilkan menunjukkan bahwa peserta didik MAN 1 Aceh Barat memiliki kreativitas yang tinggi serta kepedulian terhadap isu-isu sosial yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Beliau berharap video-video terbaik tersebut tidak berhenti sebagai karya kompetisi semata, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi yang terus disebarluaskan melalui berbagai platform digital madrasah sehingga mampu menginspirasi lebih banyak siswa untuk menjadi pelopor gerakan anti bullying.

Melalui kegiatan ini, MAN 1 Aceh Barat kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan literasi, serta pemanfaatan teknologi digital secara positif. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus menjadi bagian dari program MATA MUDA di tahun-tahun mendatang sehingga lahir generasi yang cerdas, kreatif, berempati, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying.

Video Dapat Diakses Di Link Berikut:

https://www.instagram.com/reels/Da66kwCxdOK/

https://www.instagram.com/reels/Da68MFCRaxf/

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait